PEMETAAN DAN PENETAPAN PARAMETER KEPENDUDUKAN DI HOTEL ATRIA MAGELANG

Ditulis pada Jumat, 24 Mei 2019 oleh: admin

Masalah kependudukan memiliki pengaruh penting bagi pembangunan. Apabila tidak dipetakan dan ditentukan parameternya, dapat  menjadi sumber kendala pelaksanaan pembangunan. Banyak pakar dan politikus menyampaikan paparan rencana pembangunan, namun akan menjadi tidak ada artinya apabila belum mengetahui seluk beluk kependudukan termasuk parameternya.

Penetapan parameter kependudukan ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Atria Magelang  Selasa 9 April 2019. Hadir dalam acara tersebut OPD dari 10 Kabupaten/kota yang membidangi kependudukan yaitu Kabupaten Temanggung,  Magelang, Purworejo, Wonosobo, Kebumen, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara dan Kota Magelang.

Prof. Dr. Ir. Saratri Wilonoyudo, Dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang sebagai nara sumber mengatakan, parameter kependudukan perlu dipetakan oleh kabupaten/ kota kemudian di analisis sehingga menjadi salah satu acuan penetapak kebijakan dan dasar penyusunan program pembangunan.

Ia mengatakan, saat ini angka kematian ibu melahirkan di Indonesia terbesar se Asia. Hal ini akan mempengaruhi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang disusun berdasarkan 17 indikator SDGs. Angka kematian ibu melahirkan ini merupakan bagian dari penetapan parameter kependudukan.

Ada 3 hal yang menyebabkan perlunya parameter yaitu : Transisi demografi, Transisi epidemologi dan Transisi Pendidikan.

Transisi Demografi akan mengarahkan pada upaya penurunan angka fertilitas ,mobilitas dan mortalitas. Sedangkan pada epidemiologi, ia mengatakan masyarakat memiliki umur panjang namun masih diwarnai dengan masalah sakit-sakitan yang serius di umur lebih dari 60 tahun sehingga menjadi beban orang lain.

Sedangkan transisi pendidikan dapat ditunjukkan pada perubahan pola pendidikan yang tidak hanya focus pada kecerdasan intelektual saja tetapi mengarah pada keterkaitan teknologi, membangun jaringan komunitas social dan memperhatikan pola perilaku kerja masyarakat dengan paradigm baru peluang kerja dirumah secara online saja bisa memperoleh penghasilan besar.

Sementara itu Muhad Juned Kabid KB-KS DP3-AKB Provinsi Jawa Tengah menyoroti pentingnya parameter kependudukan dengan 3 prinsip utama yaitu harus dilakukan di tiap desa /kelurahan, ditindaklanjuti dengan intervensi penggarapan pengendalian penduduk dan harus melibatkan semua institusi masyarakat.

Dikatakan lanjut, tingginya angka kelahiran (TFR = Total Fertility Rate) disebabkan antara lain pasangan usia subur belum menggunakan kontrasepsi jangka panjang (MKJP), peran pria dalam ber-KB masih rendah dan masih kurangnya tenaga PLKB.

Dari paparan masing-masing kabupaten / kota disimpulkan bahwa pemetaan dan parameter kependudukan didalamnya masih banyak ditemukan warna merah serta daerah legok sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut di wilayah peta merah tersebut.

Sementara itu data Kabupaten Temanggung disampaikan dalam FGD, sampai dengan Pebruari 2019 tercatat pencapaian 96 % dari target peserta KB aktif dan Pasangan usia subur yang ber-KB sebanyak 143.704. Sedangkan Pasangan Usia Subur bukan peserta KB sebanyak 24.567 dengan kategori hamil, ingin punya anak, dan kategori UNMETNEED (tidak KB dengan alasan tertentu).—(Budhy HP)—

Cetak: Kategori: MEDIA CENTER
Bagikan:

PIK REMAJA GEMAWANG IKUTI OUT BOUND DI YON ARMED 11 MAGELANG

PIK REMAJA GEMAWANG IKUTI OUT BOUND DI YON ARMED 11 MAGELANG GUNA MEMBERIKAN PE

FORUM KOMUNIKASI PIK REMAJA TLOGOMULYO JADI AJANG BERKREASI

FORUM KOMUNIKASI PIK REMAJA TLOGOMULYO JADI AJANG BERKREASI FORETO (Forum Komun

TIM MONEV BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH EVALUASI KAMPUNG KB “ARTIS” DESA KLEPU KRANGGAN

  Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tenga



DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, KELUAGA BERENCANA , PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KAB. TEMANGGUNG
Jln. Jend. Sudirman No. 130 Telp. (0293) 491059 Temanggung Kode Pos 56218
Copyright © 2019